Harga Barang Elektronik Akan Naik 3%-10%

Harga Mesin Cuci – Harga barang elektronik rumah tangga diprediksikan juga akan naik sekitaran 3%-10% kurun waktu dekat ini, menyusul naiknya harga minyak dunia yang mendongkrak harga bahan baku.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Electronic Marketer Club (EMC), S. Indrayana serta Manajer Pemasaran serta Penjualan PT LG Elektronik Indonesia (LGEIN), Iwan Sutanto, di Jakarta, Kamis (14/7).

” Ya, kami juga akan menambah harga sekitaran tiga %, ” kata Jubir EMC, Indrayana, menyikapi pertanyataan apakah produsen juga akan menambah harga kurun waktu dekat ini karena kenaikan harga minyak dunia, yang menjangkau diatas US$60 per barrel.

Kenaikan itu, katanya, bukan sekedar dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang tingkatkan harga bahan baku seperti plastik serta baja, namun juga nilai ganti rupiah yang bertengger di sekitaran 9. 700 per dolar AS.

Menurut manajer PT LGEIN, Iwan Sutanto, kenaikan harga barang elektronik di Indonesia tidak dapat dihindarkan karna bahan baku alami kenaikan sekitaran 20%.

Bahan baku sendiri, tuturnya, berikan peran lebih dari 60% dari susunan cost produksi, ditambah sekali lagi dengan kenaikan harga BBM, cost transportasi jadi bertambah.

” Naiknya material (bahan baku, red) mengakibatkan harga jual elektronik mesti sesuai pada lima hingga 10 %, ” katanya.

Tetapi dia mengaku, kenaikan juga tetaplah mesti lihat daya beli orang-orang.

” Sebisa-bisanya harga elektronik naik tidaklah terlalu besar, ” tuturnya.

Menyikapi pertanyaan kapan kenaikan harga juga akan dikerjakan, Iwan cuma menjawab kurun waktu dekat tanpa ada mengatakan perincian mengenai saat.

Sekarang ini, kata Iwan, pasar elektronik domestik diprediksikan menjangkau Rp40 triliun, tetapi menurutnya, pasar elektronik pada semester awal th. ini kurang menggembirakan dibanding periode th. kemarin.

” Daya beli orang-orang pada pertengahan th. ini turun hingga 10%. Ini mungkin saja dikarenakan banyak aspek yang membebani keadaan perekonomian orang-orang kita, seperti BBM naik, nilai rupiah turun serta bencana alam yang belakangan ini cukup seringkali berlangsung, ” tuturnya.

Bahkan juga, menurutnya, penurunan daya beli orang-orang diluar Jawa lebih rendah sekali lagi, seperti di Sumatera, umpamanya, daya beli turun 20%-30%.  Baca Juga : Harga Kulkas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *