Sasar Korporasi, Hacker Tinggalkan Pengguna Individu

Kejahatan siber semakin berkembang serta mencemaskan dunia maya. Pakar keamanan di Kaspersky Lab temukan, semakin banyak hacker yang mengalihkan tujuan serangannya yaitu dari pemakai individu ke korporasi lewat penyebaran ransomware.

Dalam info resmi yang di terima Tekno Liputan6. com, Sabtu (8/4/2017) sekurang-kurangnya, ada 8 grup penjahat siber yang teridentifikasi ikut serta dalam pengembangan serta distribusi ransomware enkripsi. Serangan ke-8 penjahat siber ini umumnya membidik organisasi keuangan di semua dunia.

Bahkan juga, pakar keamanan Kaspersky Lab temukan ada masalah penjahat siber menuntut tebusan kian lebih 1/2 juta dolar AS (kian lebih Rp 6, 6 miliar). Diketemukan juga grup hacker yang memohon tebusan satu bitcoin per satu dekripsi,

Diantara grup itu ada PetrWrap yang teridentifikasi menyerang organisasi keuangan di semua dunia. Sesaat, Mamba serta 6 grup lain yang tidak dimaksud namanya membidik pemakai korporasi. Beberapa pakar menilainya, 6 grup ini pernah menyerang pemakai pribadi, tetapi mereka pilih konsentrasi pada jaringan perusahaan.

Pertimbangan mereka mengalihkan tujuan serangan pada korporasi lebih mungkin memperoleh untung dibanding ransomware disebar ke pemakai pribadi.

Baca Juga Informasi : Harga Sembako Hari Ini

Menurut beberapa pakar, bila hacker berhasil membidik korporasi, sistem usaha perusahaan akan berhenti dalam hitungan jam maupun berhari-hari. Oleh karenanya, perusahaan harus bakal membayar duit tebusan.

Pakar keamanan Kaspersky Lab mengatakan, pada umumnya taktik, tehnik, serta prosedur yang dipakai semasing grup begitu serupa. Mereka akan menginfeksi korporasi yang ditargetkan dengan malware lewat server yang rawan atau e-mail spear phishing.

Dua grup hacker ini saat ini membidik serangan ransomware-nya ke korporasi (Sumber : Kaspersky Lab)
Setelah itu, malware itu disebar ke jaringan serta mengidentifikasi data apa pun yang dikira bernilai untuk perusahaan. Lalu grup hacker menuntut tebusan sebagai ganti dekripsi.

Terkecuali persamaan itu, kelompok-kelompok juga mempunyai feature unik mereka semasing. Umpamanya saja grup hacker Mamba memakai malware encryptor punya mereka sendiri, berbasiskan piranti lunak open source DiskCryptor.

Sesudah penyerang memperoleh pijakan dalam jaringan, mereka meng-install encryptor di atasnya memakai utilitas resmi untuk Windows remote control. Pendekatan ini bikin tindakan mereka jadi kurang mencurigakan untuk petugas keamanan dari organisasi yang ditargetkan. Beberapa hacker ini dapat begitu hati-hati dalam pilih targetnya, seranganpun dapat berjalan sekian waktu. Misalnya hacker PetrWrap yang ada dalam satu jaringan sepanjang 6 bln..

Security Senior Researcher Anti Ransom Kaspersky Lab Anton Ivanov menyampaikan, ancaman pada korporasi ini mempunyai potensi kerugian finansial yang riil. ” Trend ini cukup mencemaskan. Ada banyak tujuan ransomware yang punya potensi diluar sana, hingga ada peluang berlangsung serangan yang mempunyai konsekwensi semakin besar, ” papar Ivanov.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *